Pemantapan

Panduan beternak puyuh khususnya petelur pada tahap ini berisi pemantapan. Setelah melewati tahapan-tahapan sebelumnya, selanjutnya adalah memantapkan. Siap untuk menjadi peternak puyuh.

Mau mulai dari bibit puyuh umur 1 hari, 7 hari, yang siap telur, atau malah pesan yang masih telur untuk ditetaskan sendiri?
Tentu masing-masing pilihan ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Walaupun intinya sama, yaitu: mencari keuntungan dari usaha budidaya beternak burung puyuh petelur.

Tidak perlu ragu-ragu. Semangat dan jalani, jika memang berminat.
Bicara risiko, saya kira semua usaha mempunyai risiko. Hanya bagaimana nanti menghadapi hambatan, rintangan, maupun gangguan yang diolah menjadi jalan lapang menuju kesuksesan.

Ukuran kesuksesan juga menjadi hal yang relatif. Tergantung masing-masing kondisi yang memasang target sesuai dengan langkah perbaikan dan aktivitas yang bermanfaat.

Selama yang selama ini saya alami, usaha beternak puyuh sampai saat ini masih menjanjikan. Entah esok hari. Karena sedetik waktu ke depan adalah milik Tuhan. Kita diberi kurnia dan nikmat berusaha meraih yang lebih baik menuju langkah detik demi detik ke depan.

Mengenai risiko fluktuasi harga, dll saya anggap sudah menyimak tulisan-tulisan panduan ini sebelumnya.

Satu hal yang ingin ditekankan dalam pemantapan ini dari rangkaian sebelumnya. Beternak puyuh petelur ibarat mesin produksi. Tidak akan nyala jika tanpa kunci stater, yang disebut dengan pemasaran. Itu saja. Tanpa kunci, mesin hanya diam dan beku.

Barangkali ada yang bertanya, kok berteori terus. Karena itu, mari dijalankan. Belajar sambil praktik, tidak hanya membayangkan.

Salam mantap.
Selamat datang di dunia usaha.
Semoga berkah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: