Tentang Kandang Puyuh

Melanjutkan kategori panduan cara beternak puyuh, untuk langkah tahap ini adalah mengenai kandang puyuh. Lebih tepatnya adalah kandang puyuh petelur dengan sistem battery. Biasa juga memakai istilah kandang teluran.
Sebab bahkan sampai sekarang untuk puyuh layer, belum pernah menemui ternakan puyuh dengan sistem litter, kecuali pada masa pembesaran DOQ bibit puyuh.

Mengenai kandang puyuh, perlu dipahami pada model, disain, atau bentuk yang memang bermacam-macam bisa dijumpai dan dipakai banyak peternak puyuh petelur. Beberapa diantaranya yang telah langsung ditemui sudah saya share sejak di blog lawas. Dan selama ini mengenai kandang puyuh, sudah beberapa kali juga telah dibahas dalam berbagai postingan, bahkan sampai membuat halaman sendiri. Karena dalam rangkaian cara beternak puyuh, masalah kandang sejak dari pemilihan bentuk dan ukuran sampai cara pembuatannya, menjadi bagian penting dalam rangkaian usaha ini.

Bentuk, Model, dan Ukuran Kandang Puyuh Berkaitan dengan Kondisi Rumah Induk

Hal ini nantinya akan menentukan kandang puyuh seperti apa dengan berapa yang akan dipilih untuk disesuaikan ukuran rumah induk terkait dengan muatan. Jika rumah induknya belum dibangun, bisa saling menyesuaikan ukurannya. Namun jika rumah induk upamanya memakai bangunan yang tidak digunakan atau sudah dipakai tapi akan difungsikan untuk ternak puyuh, maka patut memilih ukuran dan model kandang puyuh agar bisa tertata dengan rapi, populasi bisa banyak, dan tidak sesak.
Walaupun nantinya juga perlu memperhatikan untuk agar tidak terlalu pengap.
Dimungkinkan terjadi pemilik usaha ternak puyuh ingin sebanyak-banyaknya memenuhi rumah induk, namun akibatnya sangat pengap. Akibatnya kurang bagus, baik bagi si puyuh, maupun peternaknya itu sendiri. Selain pengerjaan atau aktivitas di lokasi yang sempit terasa lebih melelahkan.

Pemilihan Bahan Kandang Puyuh.

Secara umum bahan kandang puyuh ini adalah kayu. Yang membedakan kemudian adalah alas kandang. Ada yang memakai strimin / ram kawat, ada juga yang memakai bahan bambu. Tentu masing-masing mempunyai pertimbangan, kekurangan, maupun kelebihannya sendiri-sendiri.
Next akan coba saya bahas mengenai kekurangan kelebihan tersebut. Sambil menunggu siapa tahu ada masukan pengalaman mengenai hal itu.

Biarpun model, disain, maupun bentuk kandang puyuh bermacam-macam sesuai selera maupun pertimbangan dari peternak, namun ada beberapa hal yang bisa diperhatikan pada sistem battery kandang puyuh petelur ini, yaitu:

1. Biasanya bertingkat.

2. Landasan tempat berpijak puyuh biasanya miring agar telur puyuh bisa menggelinding keluar.

3. Didisain ada tempat telur puyuh tertampung tidak jatuh setelah menggelinding keluar.

4. Dari bagian tingkatan ada tempat penampungan kotoran di masing-masing tingkat.

5. Bisa menempatkan wadah pakan dan minum. Biasanya di luar ruangan tempat puyuh tinggal. Kecuali tempat minum yang niple drinker sepertinya di dalam ya (?)

Ada tambahan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: